Rabu, 10 Mei 2017

Jalan - jalan ke curug di Kabupaten Tasikmalaya-7



Curug Satria
Nama curug ini dinisbahkan dari  nama perkebunan dimana curug tersebut berada. Perkebunan teh Satria, nama  perkebunan itu, berada di wilayah Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Akses masuk ke lokasi tersebut  adalah tidak jauh dari tugu batas Tasikmalaya-Garut terdapat jalan masuk dengan terlebih dahulu melalui jembatan. Kemudian kita terus saja mengikuti jalan utama.
Terdapat beberapa plang kecil yang menunjukkan arah lokasi. Jalan menuju lokasi berupa jalan aspal yang sudah terkelupas tapi masih lumayan untuk dilalui kendaraan. Hanya saja lebar jalan yang relatif sempit sehingga agak merepotkan bila mobil saling berpapasan. Sepanjang perjalanan kita disuguhi pemandangan indah, sawah yang bertingkat mengikuti kontur bukit dan diselingi kebun campur yang lebat dan menjelang tiba di lokasi hamparan kebun teh seperti permadani tebal. Benar - benar mata kita dimanjakan oleh pemandangan indah.




Kurang lebih 4 km perjalanan berakhir di perkebunan teh Satria. Ujung jalan tersebut berupa bundaran jalan dan masjid. Mobil diparkir di halaman masjid, sedangkan motor tersedia tempat khusus. Selanjutnya kita masuk jalan setapak di antara hutan pinus menuju curug. Jalan setapak tersebut telah tertata cukup apik. Medan jalan lumayan terjal menurun hingga tiba di curug. Keadaan sekitar masih alami sehingga perjalanan sejauh 700 meter terasa menyegarkan.




Curug Satria berupa curug kembar yang hanya berketinggian 2 meter keluar di antara batuan. Tempat jatuhnya air juga merupakan batuan kecil sehingga cukup nyaman berbasah - basahan di curug. Rasanya sayang kalau tidak memanfaatkan air curug dengan main basah - basahan. Airnya yang jernih, dingin sejuk dan cukup deras, membedakan dengan bermain basah - basahan di kolam renang ataupun waterpark. Belum lagi udaranya yang sejuk memberikan kesan tersendiri.
Sebenarnya masih terdapat lagi Curug Panoongan yang letaknya lebih jauh ke dalam, dekat dengan Bukit Kacapi yang belakangan populer menjadi destinasi wisata yangmenarik.

Curug Batu Hanoman
Disebut Batu Hanoman karena aliran airnya yang keluar dari atas hingga ke bawah seperti buntut Hanoman, tokoh kera di dunia pewayangan. Curug ini berada satu kompleks dengan Curug Badak Sukasetia di sebuah wana wisata. Tepatnya berada di wilayah hutan milik Perhutani, sedangkan pengelolaan tempat wisata oleh Perhutani bekerja sama dengan Pemerintah Desa setempat. Secara administratif, warna Wisata ini berapa di wilayah Desa Sukasetia, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.



Jalan menuju kompleks curug ini adalah melalui jalan baru Ciawi - Singaparna. Tiba di persimpangan menuju ke Desa Kiarajangkung kita masuk ke jalan tersebut hingga pertigaan menuju Desa Kudadepa. Kondisi jalan sudah berupa aspal yang cukup baik sampai ujung jalan aspal di lingkungan hutan pinus. Rencana jalan ini akan diteruskan hingga tembus ke arah lokasi wisata Talaga Bodas. Mobil tidak bisa terus ke lokasi wana wisata sehingga cukup parkir di hamparan rumput.Sedangkan motor bisa terus hingga lokasi yang tidak jauh lagi tetapi kondisi jalan sudah berupa jalan tanah.
Wana wisata Curug Badak cukup tertata rapi. Terdapat tempat parkir dan beberapa warung minuman. Masuk ke dalam wana wisata dikenakan biaya masuk yaitu Rp. 5.000 per orang.



Jalur pertama yang disinggahi adalah menuju Curug Batu Hanoman melalui jalan setapak.Jalan setapak telah dibuat cukup nyaman dan masih relatif datar dengan sesekali bergelombang. Hanya berjarak 400 m kita sudah sampai di Curug Batu Hanoman. Lumayan indah pemandangan sekitarnya. Sedangkan aliran airnya meskipun tidak terlalu deras tapi cukup enak bermain - main di sekitarnya.

Curug Badak
Curug Badak sepertinya nama umum dan banyak dijumpai. Di Tasikmalaya mungkin sekitar 4 curug yang memiliki nama Curug Badak. Curug ini belakangan populer karena berada dalam kompleks wana wisata yang tertata baik sehingga mengundang wisatawan mengunjunginya. Disamping itu pemandangan curug yang indah karena tinggi dan deras semakin membuat terkesan.
Seperti diceritakan sebelumnya, Curug Badak satu kompleks dengan Curug Batu Hanoman. Hanya saja ketika di tempat istirahat di hutan pinus, jalan menuju ke Curug Badak terpisah dari jalur menuju Curug Batu Hanoman. Terdapat plang sederhana mengarah ke Curug Badak. Nah, trekking kali ini benar - benar menguras tenaga. Hanya sedikit jalan relatif datar, kita langsung menuruni jalan curam menurun dan diselingi jalan berbentuk tangga. Sangat curam dan terus ke dalam hingga lokasi curug. Ini akan melelahkan dua kali lipat nanti pada waktu pulang. Jangan paksakan untuk lanjut kalau nafas sudah hampir putus... 



Sampai di lokasi curug kita benar - benar merasakan kemegahan curug karunia Allah SWT yang sangat indah. Sekilas mirip Curug Ciparay tetapi lebih kecil. Curug Badak diperkirakan tingginya 50 m. Meskipun demikian aliran airnya masih sangat deras. Pengunjung disarankan jangan melewati pembatas. Banyak batuan licin, sehingga bila terpeleset dan terantuk batu besar akan beresiko besar. Selain itu jangan langsung bermain tepat di bawah pancuran Curug Badak karena jatuhan airnya sangat deras sehingga beresiko menimbulkan cedera.


Dekat Curug Badak ada curug lagi yang lebih rendah dengan ketinggian sekitar 40 m dan alirannya yang tidak sederas  Curug Badak. Penduduk setempat ada yang memberi nama Curug Kembar. Kdua curug tersebut dari kejauhan dengan medan sekelilingnya yang masih ditumbuhi pepohan membuat kita terpesona dengan pemandangan indah tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar