Senin, 08 Januari 2018

Jalan - jalan ke curug di Kabupaten Garut-2

1. Curug Cisarua
Lokasi : Kampung Sampalan Desa Sukamurni Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut
Salah satu curug indah yang terletak di kaki Gunung Cikuray adalah Curug Cisarua. Untuk menuju curug ini, dari jalan raya Singaparna – Garut masuk searah dengan Curug Cihangawar.  Hanya saja ketika ada simpang jalan ke arah Cihangawar, kita tetap ambil jalan lurus. Perjalanan masih cukup jauh yaitu sekitar 8 km dari simpang jalan ke Cihangawar. Jalan desa Sukamurni relatif baik meskipun sempit apabila berpapasan dengan mobil dari lawan arah. Perjalanan baru berhenti setelah sampai pada jalan buntu. Kita sebaiknya cari tempat parkir menumpang di halaman rumah penduduk.
Dari tempat parkir perjalanan menuju curug kita lanjutkan dengan jalan kaki. Ada 2 curug Cisarua yaitu yang di bawah dengan ketinggian sekitar 8m dan yang di atas sekitar 40 m. Tetapi kedua curug tersebut mempunyai debit air yang deras dan punya keindahan tersendiri. Sebaiknya ambil kesempatan mengunjungi Curug Cisarua di atas. Perjalanan sekitar 2 km, tetapi medan yang harus dilalui sangat melelahkan karena tanjakan yang cukup terjal.



Setelah melalui tanjakan kita akan melalui areal padang rumput. Disinilah pemandangan sangat indah. Terlihat air terjun dari kejauhan dengan hamparan rumput dan semak belukar di hadapan kita. Mungkin kita bisa berfoto ria di tempat ini. Ada sebuah batu besar yang menjadi semacam ikon di tempat ini karena berlatar belakang hutan dan air terjun.
Oya, ada semacam tempat transit bagi wisatawan yang disebut kampung hijau. Memang diharapkan pengunjung disini tidak membuang sampah sembarangan, begitu tulisan di spanduk. Ada penduduk yang menggembala ternak di tempat ini sekaligus sebagai penjaga lokasi tempat ini. Sebelum kita melanjutkan perjalanan sekitar 300 m lagi, ada baiknya kita memberikan semacam tanda numpang lewat dengan memberikan semacam uang seikhlas kita, hitung – hitung sedekah.




Akhirnya kita sampai di Curug Cisarua yang menakjubkan. Kalau sedang musim hujan debit air sangat deras, keliatan lebih megah. Di musim kemarau pun debit air masih cukup banyak. Kita bisa mandi di air terjun ini, meskipun kita tetap harus hati – hati karena bebatuan licin dan tajam. Curug  Cisarua yang kita lihat ini selain indah juga airnya yang dingin, segar dan jernih. Seandainya kita tidak membawa bekal minum, rasanya minum air dari air terjun ini masih aman.





Dari curug atas kita bergerak lagi ke curug bawah. Curug ini memang tersembunyi di antara semak belukar. Untuk itu kita harus banyak bertanya ke penduduk yang ada, mengingat tidak ada trek khusus, hanya mengandalkan petunjuk lisan. Sekitar lebih 1 km dari curug di atas kita berjalan dengan arah menurun. Sama melelahkan juga.




Setelah perjalanan tersebut kita sampai juga di curug di bawah. Curug di bawah ini meskipun tidak setinggi dan semegah dari curug di atas namun suasana nyaman dan segar terasa di sekitar curug ini. Belum ada nama khusus, anggap saja ini sebagai Curug Cisarua di bawah. Curug di bawah ini kita juga dapat mandi berbasah ria. Sekali lagi harus hati – hati, karena di curug ini pernah jatuh korban jiwa. Sama seperti dengan korban jiwa di curug di atas, penyebabnya sepele yaitu terpeleset di batuan besar lalu terjadi perbenturan menyebabkan korban mengalami gegar otak. Meskipun demikian kita tetap bisa menikmati keindahan curug ini. Air curug ini juga dingin, segar dan jernih. Yakin, pasti anda akan tergoda mandi di curug ini.

2. Curug Abeh Dayeuh Manggung
Curug Abeh berada di lokasi wisata Dayeuh Manggung yang terkenal dengan Kampung My Darling. Apabila ingin mengunjungi Curug Abeh mau tidak mau harus masuk tempat wisata tersebut. Selanjutnya kita menuju kebun teh dan terus masuk ke dalam, karena lokasi Curug Abeh berada di lingkungan hutan pinus.








Untuk mengunjungi Curug Abeh harus menyiapkan energi yang cukup apalagi setelah berjalan - jalan di Kampung My Darling. Jarak tempuh dari Kampung My Darling sejauh 2 km dengan medan yang landai panjang. Selain itu waktu juga harus diperhatikan, jangan lewat siang. Paling telat sekitar jam 2 siang, karena berjalan ke curug membutuhkan waktu lebih dari sejam. Untungnya kondisi jalan cukup nyaman untuk dilalui. Mendekati lokasi curug, barulah kondisi jalan agak sulit karena harus melewati bebatuan dan jalan tanah sempit. Akhirnya kita sampai di lokasi curug yang telah ditata. Curug Abeh sendiri hanya memiliki ketinggian sekitar 8 m dengan aliran air melewati susunan batuan landai. Airnya cukup jernih meskipun tidak terlalu deras tetapi tetap mengalirkan bahkan pada musim kemarau sekalipun.








3. Curug Ngebul Karacak
Di bagian lain dari resort wisata Karacak Valley terdapat Curug Ngebul. Untuk menuju lokasi curug cukup menguras tenaga meskipun jaraknya hanya 2 km karena medan perjalanan yang harus melewati bebatuan dengan medan naik turun. Untungnya trek jalan menuju Curug Ngebul cukup jelas dengan pemberian semacam trap untuk jalan yang mendaki. Selebihnya kita benar – benar dikelilingi oleh berbagai pepohonan dengan udara sejuk segar. Trekking menuju curug meskipun lelah dan membuat keringat bercucuran tetapi badan terasa segar.











Lingkungan sekitar Curug Ngebul masih alami dan segar. Curug dengan ketinggian sekitar 10 meter dan airnya cukup deras membuat kita benar – benar terpuaskan setelah menempuh perjalanan melelahkan. Air yang dingin segar menggoda kita untuk bermain – main dan mandi di curug ini. 














Tidak ada komentar:

Posting Komentar