Selasa, 27 Desember 2016

Jalan - jalan ke curug di Kabupaten Tasikmalaya-6

1. Curug - Curug Batu Mahpar
Lokasi curug - curug ini berada di Desa Sukamulih, Kecamatan Sariwangi. Akses menuju tempat inidapat kita jangkau dari jalan raya Singaparna, sebelum bundaran Singaparna apabila dari arah Tasikmalaya kemudian masuk ke jalan menuju Sariwangi.
Batu Mahpar Sariwangi kini menjelma menjadi tempat pariwisata yang menjanjikan. Pemandangan unik batuan beku hasil lelehan lava membentuk hamparan unik batuan. Pada musim hujan, relung antara batuan berisi aliran air jernih yang mirip kolam - kolam mini.



 Kelebihan lain dari tempat wisata ini adalah terdapat pemandangan di sekitar tebing yang indah alami yaitu air terjun, gua dan sungai. Letak tebing tersebut berada di bagian bawah batu mahpar yang dihubungkan dengan tangga beton dan tangga kayu. Cukup aman. Pada bagian awal tangga kita harus agak menunduk melewati batuan tebing yang menjorok. Dari batuan mengalir air sejuk seperti tirai.
Berdasarkan informasi terdapat 4 air terjun atau curug di sekitar tebing yaitu Curug Niagara Sunda, Curug Manawah, Curug Mahkota dan Curug Kahuripan. Pada bagian pertama kita akan mendapatkan suasana kedamaian dengan hadirnya Curug Niagara Sunda. Curug tersebut jatuh tegak lurus dan jatuh di kolam buatan. Tidak tinggi hanya sekitar 15 m. Sedangkan kolam di bawahnya lebih banyak digunakan untuk sekedar membasuh tubuh karena dipercaya mempunyai khasiat tertentu. Mungkin kita risih kalo menyebur ke dalam kolam yang tidak terlalu dalam. Dekat curug tersebut terdapat gua buatan yang juga dianggap memiliki kharisma supra natural bagi yang mempercayai.
Selanjutnya kita turun ke bawah hingga dasar jurang. Curug terindah adalah Curug Manawah dengan pancuran airnya yang cukup deras dan dengan ketinggian sekitar 40 m.Curug ini merupakan limpahan langsung dari aliran air Batu Mahpar.

Pada musim hujan lokasi curug ini rawan dengan longsor. Oleh karena itu kalau hendak main air di sekitar curug hendaknya melihat situasi. Sebaliknya kalau musim kemarau tidak banyak aliran air sehingga kurang indah.
Curug Mahkota memiliki ketinggian sekitar 20 m.Untuk menuju ke curug ini belum ada jalan yang memadai sehingga harus melalui pinggir tebing yang cukup berbahaya. Sedangkan Curug Kahuripan yang letaknya paling jauh dengan ketinggian sekitar 10 m dapat dijangkau.

2. Curug Agung Galunggung
Gunung Galunggung tidak hanya memiliki keindahan panorama tetapi juga baru - baru ini diperkenalkan pemandangan Curug Agung Galunggung. Letak curug ini berada pada kawasan Galunggung yang pertama. Apabila kita sudah masuk area wisata Gunung Galunggung kita akan sampai di persimpangan dengan gambar poster yang menunjukkan keberadaan obyek wisata yang berada di jalan sebelah kiri.

 Perjalanan dilanjutkan terus hingga mencapai tempat parkir kawah Gunung Galunggung. Sebenarnya letak Curug Agung sebelum tempat parkir. Namun karena tidak ada tempat parkir di lokasi curug maka kita mau tidak mau menaruh kendaraan di tempat parkir yang disediakan. Lalu kita berjalan sedikit ke akses masuk kawah. Dari jalan menuju lokasi curug sangatlah dekat yaitu sekitar 200 meter.
 Jalan setapak menuju curug sudah dibersihkan dan ditata. Meskipun masih tanah tapi cukup nyaman dengan sedikit menanjak sehingga tidak begitu melelahka. Sampailah kita di Curug Agung yang dipagar besi di bagian tebingnya. Kita hanya bisa menikmati dari tebing seberangnya saja. Letak lokasi air terjun tidak memungkinkan untuk menikmati airnya. Cukup pemandangannya saja dan itupun sudah memberikan kepuasan karena indahnya. Jangan coba - coba melewati pagar besi, sangat berbahaya karena langsung jatuh ke jurang yang dalamnya lebih dari 100 meter. Ketinggian curug mungkin sekitar 80 meter.

3. Curug Cinila

Salah satu curug alam yang lokasinya mempunyai tingkat kesulitan tinggi adalah Curug Cinila. Curug ini ada juga yang menyebutnya Curug Meber. Terletak di Kampung Cingaloma, Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang. Akses masuk adalah sebelum Singaparna terdapat jalan ke arah Sariwangi. Kita ambil jalan tersebut dan terus mengikuti jalan utama hingga sampai simpang jalan ke arah Cidugaleun. Di simpang tersebut apabila lurus ke arah Malaganti sedangkan belok kiri ke arah Cidualeun. Kondisi jalan aspal mulus hingga mencapai jembatan yang baru diresmikan bulan Januari 2016.Tidak jauh dari jembatan kondisi jalan berupa aspal rusak yang terkelupas dengan batu - batuan yang menonjol. Jalan yang mendaki dengan jalan berbatuan lumayan menyulitkan laju kendaraan. Setelah melewati 2 perkampungan akhirnya kita sampai di jalan masuk menuju Cingaloma.
 Letak jalan tersebut di sebelah kanan yang hanya cukup dilalui kendaraan roda 2. Ada papan nama jalan desa Cingaloma yang kecil sehingga kita harus jeli melihatnya. Kendaraan roda 4 terpaksa parkir di sekitar jalan masuk ini dan jangan menghalangi kendaraan lain. Kendaraan roda 2 bisa masuk hingga madrasah. Jarak dari jalan masuk ke lokasi curug sekitar 3,5 km sedangkan dari madrasah dimana motor diparkir sekitar 2,7 km. Perjalanan ke lokasi curug memutar dan menyeberangi sungai.
Arah perjalanan menuju lokasi curug memang panjang dan berliku serta melewat sawah, tegalan, kebun, semak belukar sehingga  harus banyak bertanya dengan penduduk yang kita jumpai. Sementara kondisi lumayan berat dan melelahkan karena kita harus menanjak dan menurun dengan kemiringan terjal yaitu di atas 45 derajat. Kita juga akan menyeberangi sungai melewati jembatan bambu yang cukup apik dibangun. Mungkin yang tidak terlupakan dan cukup mendebarkan adalah harus meniti jalan sempit yang hanya dapat dilalui 1 orang saja di pinggir jurang yang dalam. Jalan tersebut berdampingan dengan saluran irigasi. Memang di sepanjang  dinding tebing dibangun saluran irigasi. Posisi kita adalah sebelah kiri jurang dan sebelah kanan saluran irigasi.Berbahaya memang karena jurang tersebut nyaris tegak lurus dengan kedalaman di atas 100 meter. Sebaiknya bagi orang yang mudah pusing atau kondisi lemah sebaiknya lewat parit tebing di sebelah kanan yang sebagian ada genangan air.
 Setelah melewati daerah yang berbahaya kurang lebih 200 meter kita akan sampai daerah yang lebih aman dimana dari kejauhan kita akan melihat Curug Cinila. Tidak tinggi, hanya sekitar 5 meter tapi memancarkan air yang sangat deras dan jernih.
Di sekitar curug terdapat juga aliran air yang keluar dari dinding tebing dan masuk ke hulu sungai dimana bergabung dengan aliran air dari Curug Cinila. Lingkungan sekitar yang masih asri ditambah dengan curug yang benar - benar deras membuat kita tidak sabar untuk mandi. Ya, kolam curug tersebut cukup bersahabat untuk mandi. Di beberapa tempat agak dalam tetapi tidak berbahaya. Hanya saja harus perhitungkan curahan air yang sangat deras, sebaiknya jangan berada langsung di bawahnya. Dasar air berupa pasir kasar bercampur batuan tetapi masih enak untuk dipijak.
Untuk menjadi perhatian agar sama sekali tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu jangan mandi dengan sabun atau bahan lainnya karena akan membuat kotor air sungai. Tempat ini hanya untuk berendam dan mandi saja. Benar - benar bening dan dingin, jadi rasanya kok tidak tega mengotorinya. Pancuran air dari curug atau yang mengalir di sisi tebing curug benar - benar bersih sehingga tidaklah mengapa kita cicip langsung airnya. Nikmatilah kesempurnaan alam ciptaan Tuhan YME.
Sebenarnya di bagian atas Curug Cinila terdapat satu curug lagi. Nama curug tersebut belum resmi. Namun karena letaknya di dalam hutan maka disebut dengan Curug Leuweung Hideung. Kondisinya hampir sama dengan Curug Cinila yang tidak tinggi tetapi memancarkan air yang deras dan jernih. Jalan menuju kesana kurang lebih 500 meter berupa semak belukar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar